BIOENERGI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AJARAN AGAMAIslam adalah agama rahmat untuk keselamatan dunia akhirat. Misi penyelamatan, rahmat dan perdamaian ( al-Islam ) bukan hanya untuk umat Islam saja tetapi juga untuk sekalian alam. Inilah makna Islam sebagai rahmatan lil'alamin (rahmat bagi sekalian alam). Oleh karena itu, ilmu apa pun yang memiliki misi rahmat dan penyebar kedamaian di dalam kehidupan ini, maka bersesuaian dengan misi Islam. Rahmat dalam segala variannya adalah bagian penting dan sangat ditekankan dalam kosmologi Islam.
Oleh karena itu, untuk menarik hubungan antara Bioenergi dan Islam bukan dengan mencari ayat-ayat Al-Qur'an dan nada-nada nubuwwah terkait Bioenergi. Hal ini tidak akan diketemukan. Bioenergi merupakan teknologi spiritual yang diketemukan jauh pasca kenabian, sebagaimana nuklir merupakan teknologi atom-material yang diketemukan era modern. Karena merupakan produk ijtihadi manusia sebagai khalifah fil ardl , Bioenergi tidak dapat dinilai secara eksplisit dari keterangan-keterangan kitab suci sebagaimana kitab suci juga tidak pernah bicara nuklir. Yang penting adalah apakah Bioenergi itu bertentangan dengan ide-ide moral ajaran syariat Islam atau tidak. Bioenergi sebagai olah spiritual untuk kesehatan dan peningkatan spiritual bertujuan untuk menciptakan manusia yang sehat, berkepribadian luhur dan memiliki spiritualitas tinggi. Ini adalah rahmat bagi sesama. Oleh karenanya, maka tidak ada alasan menolak Bioenergi hanya karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi atau tidak disebut di dalam Al-Qur'an. Sebagaimana nuklir atau pun penggunaan teknologi modern dan juga tidak pernah di sebut dalam Al-Qur'an serta nada nubuwwah. Memahami basis moral Bioenergi dan filosofi yang mendasarinya adalah lebih tepat menilainya ketimbang bersikap skriptiralis atau melihat secara hitam-putih di sisi luar kulitnya.
Ada beberapa argumen yang dapat digunakan sebagai dasar nalar bahwa Bioenergi tidak bertentangan dengan Islam, yaitu :
Islam sebagai agama rahmat akan membenarkan proses-proses ijtihadi (pengembangan dari daya nalar atau intuisi) manusia dalam mewujudkan manusia berkualitas yang sehat, baik secara fisik, psikis, mental maupun spiritual. Dari perspektif ini, maka tidak ada ruang tembak untuk menyudutkan bahwa Bioenergi bertentangan dengan agama, karena praktik Bioenergi ditujukan untuk kesehatan, fisik, psikis, mental dan spiritual.
Bioenergi yang dimanfaatkan praktisi Bioenergi kepada orang lain, binatang, tumbuhan, makanan, minuman atau lokasi (ruangan) untuk mengusir energi negatif dalam berbagai varian bentuknya, hanya akan mengalir karena kepasrahan (kondisi tawakkal) kepada Allah SWT. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik Bioenergi adalah praktik religius, karena selalu harus dibarengi keyakinan adanya prakarsa Allah SWT di balik seluruh praktik spiritual yang dijalani. Tidak ada satu pun pratiksi Bioenergi yang menjadikan Bioenergi sebagai Tuhan, karena yang demikian tidak akan dapat mengalirkan bioenergi. Keunikan Bioenergi adalah sekaligus membantah bahwa bioenergi itu syirik, karena Bioenergi adalah energi hidup yang ada di alam semesta ini serta tidak mengandung azimat, jin, maupun klenik.
Ilmu tidak dipandang dari siapa penemunnya, tetapi bagaimana pola kerja dan manfaatnya bagi kemanusiaan. Ilmu dan teknologi bersifat universal, sehingga dianjurkan umat Islam untuk mencarinya di mana pun dan kapan pun, selagi tidak bertentangan dengan ajaran syariat. Nabi pun pernah bersabda, “Tuntutlah ilmu walau sampai negeri Cina.” Ilmu secara aksiologis tidak dilihat dari mana asalnya, tetapi bagaimana cara memperoleh, mempraktikkannya, tujuan praktik dan manfaatnya bagi umat manusia.
Setiap peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi, senantiasa berdoa sebelum melakukan latihan-latihan, baik self healing , penyembuhan orang lain maupun ketika zikir. Doa adalah inti dari agama, dan dari doa itulah terjadi hubungan makhluk dengan Tuhan. Doa tidak mungkin dilakukan untuk kejahatan-kejahatan. Selain itu Bioenergi hanya dapat dipergunakan dalam hal-hal yang sifatnya positif. Jika berusaha melakukan upaya negatif dengan Bioenergi, maka yang demikian akan gagal. Islam hanya menentang pengalaman lika-liku spiritual yang salah (syirik, menyekutukan Tuhan) maupun untuk kepentingan negatif ( ma'shiyyah ). Cara-cara yang ditempuh Bioenergi adalah cara-cara luhur yang tidak diketemukan muatan-muatan laku syirik (penyekutuan terhadap Tuhan). Bioenergi tidak lebih dari upaya spiritual mengakses energi alam yang disediakan Allah SWT.
Peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi tidak mengenal mantra-mantra atau sesaji-sesaji dalam bentuk apa pun. Bioenergi merupakan olah spiritual murni untuk membersihkan jalur-jalur energi agar dapar mengakses energi Ilahi untuk kemaslahatan umat manusia maupun rahmat bagi sekalian alam. Seorang praktisi Bioenergi, dalam penyaluran Bioenergi yang hanya dapat disalurkan dengan niat, kontak dengan Allah SWT dalam kepasrahan dan sikap tenang, santai, fokus, rileks.
Bioenergi masuk ke tubuh peserta melalui generator tubuh, yaitu jalur yang sifatnya Ilahi dan menjadi pusat tubuh spiritual manusia. Bioenergi yang masuk masuk melalui generator tubuh dipastikan tidak terkontaminasi energi negatif dalam bentuk apa pun. Bioenergi sebagai energi hidup yang masuk melalui generator kepala, tidak dapat ditumpangi oleh kekuatan-kekuatan negatif baik dari setan, jin jahat maupun sihir. Dari perspektif inilah maka peserta Bioenergi dikatakan sebagai praktik spiritual yang positif dan religius.
Meditasi Bioenergi dapat dilakukan berbarengan dengan zikir-zikir dalam berbagai varian teknisnya. Energi positif hanya dapat bersenyawa dengan energi yang memiliki sifat yang sama. Sebagai seorang muslim, dzikir merupakan kontak komunikasi antara makhluk dengan Sang Khalik. Memanfaatkan Bioenergi dengan sambil zikir merupakan kenikmatan psiko-spiritual yang luar biasa, baik dari sisi proses maupun manfaatnya. Jika Bioenergi berbasis pada energi negatif, pasti persenyawaan tidak mungkin terjadi.
Bioenergi yang secara fungsional dimanfaatkan untuk menekan segala macam bentuk energi negatif (penyakit fisik dan nafsu-nafsu rendah) sangat mendukung ajaran Islam. Bukankah agama memerintahkan untuk menekan nafsu-nafsu rendah guna meningkatkan kesadaran?
Bioenergi meningkatkan keimanan, selain melakukan kontak dan komunikasi dengan Allah SWT dalam ritual keseharian, seorang praktisi Bioenergi juga melakukan komunikasi dengan-Nya ketika melakukan Adjustment , baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Secara kuantitatif dan kualitatif, komunikasi dengan Allah SWT secara lebih sering akan dapat meningkatkan keimanan. Komunikasi dengan Tuhan adalah bagian terpenting dalam Bioenergi. Hal ini sangat menunjang peningkatan kualitas keberagamaan dan religiusitas para peserta Pelatihan Bioenergi.
Dalam pemanfaatan Bioenergi dilandasi oleh empat prinsip pemanfaatan; Pertama , Keyakinan yaitu yakin pada Allah bahwa sumber permohonan dan pertolongan adalah Allah; yakin pada diri sendiri dan yakin pada apa yang dilakukan. Kedua , Niat, tidak ada satu amalpun yang tidak didahului dengan niat. Niat dilakukan dengan doa dan zikir pada Allah. Ketiga , Usaha; dengan cara dan metode yang halal tidak bertentangan dengan syatiat agama. Keempat, setelah usaha yang sungguh-sungguh dilanjutkan pasrah kepada Allah (tawakal) yaitu posisi hati dimana seseorang tidak memikirkan hasil usahanya karena hasilnya adalah dari Allah semata.
Bioenergi tidak mungkin bersenyawa dengan kekuatan jin-jin jahat dan setan atau pun sihir. Seandainya terlihat seorang peserta Pelatihan Bioenergi diikuti jin, maka ini merupakan dua hal yang berbeda. Jika jin itu diusir, maka praktisi Bioenergi masih tetap dapat mengalirkan Bioenergi seperti semula. Ini bisa dibuktikan sekaligus pertanda bahwa Bioenergi bukan dari jin maupun klenik, apalagi energi setan. Semangkin seseorang menekuni Bioenergi, maka kesadaran akan semangkin luas, pengalaman sensasional semangkin banyak, dan rahasia-rahasia kehidupan dimengerti.
|